MIND

Portugal Juara. Pantas atau Hanya Beruntung?

Beruntung. Ya kata itulah yang pantas disematkan kepada Sang Juara Eropa 2016, Portugal. Walaupun menampilkan serangkaian permainan yang cukup membosankan di fase grup, Cristiano Ronaldo dkk, akhirnya berhasil keluar sebagai juara setelah menekuk tuan rumah, Prancis, di babak final dengan skor tipis 1-0.

Portugal lolos ke fase gugur tanpa kemenangan sekalipun di babak penyisihan grup. Mereka melaju ke babak 16 besar dengan hanya menyandang status sebagai peringkat 3 terbaik. Mereka bahkan nyaris tidak pernah mencetak gol di waktu normal. Kemenangan pertama mereka terjadi di babak 16 besar saat Portugal menang atas Kroasia berkat gol tunggal Ricardo Quaresma di babak extra time.

Permainan membosankan kembali ditampilkan Portugal kala mereka harus berhadapan dengan Polandia yang berakhir adu penalti dengan mereka sebagai pemenang. Saat laga menghadapi Wales di semifinal, barulah Portugal mampu menang di waktu normal dengan skor 2-0.

Rentetan hasil itu lantas membuat Portugal disebut-sebut tidak layak masuk babak final. Akan tetapi mereka justru mampu menepis anggapan miring semua orang. Mereka mampu mengalahkan Prancis yang jauh lebih diunggulkan. Entah hanya karena keberuntungan atau karena mereka memang pantas menjadi juara, yang jelas mereka telah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik di panggung sepakbola terakbar se-Benua Biru.

Jika dilihat sepanjang turnamen sepertinya Dewi Fortuna memang sangat menaungi tim dengan julukan Seleccao das Quinas ini. Berikut merupakan rentetan keberuntungan  yang menghampiri timnas Portugal.

  • Adanya penambahan jumlah Negara peserta yang biasnya hanya 16 negara kini menjadi 24 negara. Penambahan jumlah ini membuat 4 negara harus bersaing menjadi juara 3 terbaik. Permaninan Portugal yang hanya mengalami 3 kali imbang membuatnya harus memperoleh 3 poin saja. Jika saja tidak ada peraturan seperti ini, maka sudah dipastikan timnas Portugal akan pulang lebih awal.
  • Karena Portugal keluar sebagai juara 3 terbaik di grup F, maka lawan yang dihadapinya adalah Kroasia yang merupakan juara 2 grup D. Jika Portugal keluar sebagai juara grup maka tentu lain lagi ceritanya.
  • Portugal menang atas Polandia melalui adu penalty. Sepanjang jalannya pertandingan kedua tim tidak menunjukkan permainan yang impresif. Permainan baru menanjak saat memasuki babak Extra Time namun tetap belum ada kemenangan hingga akhirnya adu penalty pun jadi pilihan. Dan yang namanya adu penalty semua hal bisa terjadi. Peluang bola masuk gawang sama besar dengan peluang bola tidak masuk gawang. Maka benar-benar harus ada mental kuat dari setiap penendang dan tentu saja faktor keberuntungan.
  • Setelah mengalahkan Wales di babak semifinal, Portugal pun memastikan diri lolos ke babak final. Sehari kemudian Prancis pun memastikan hal yang sama. Jika saja yang menang bukan Prancis melainkan Jerman, maka bisa saja peluang Portugal untuk menang sangat tipis bahkan mungkin akan mudah dikalahkan.

Well, apapun itu yang jelas Portugal sudah menasbihkan dirinya sebagai Raja Eropa 2016. Terlepas dari faktor teknis atau sekedar keberuntungan, yang jelas Cristiano Ronaldo dkk, telah berhasil merengkuh trofi Henry Delauney.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s